Akarkata.com, Mempawah – Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. melaksanakan kunjungan kerja perdana ke Markas Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti (Yonkav 12/BC) yang berlokasi di Peniti Luar, Kabupaten Mempawah, Senin (02/03/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi satuan kavaleri di bawah jajaran Kodam XII/Tanjungpura, sekaligus sarana pembinaan langsung dari pimpinan kepada prajurit di lapangan.
Kedatangan Pangdam didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XII/Tanjungpura Ny. Uya Novi Rubadi dan disambut dengan jajar kehormatan serta suasana kekeluargaan oleh prajurit “Beruang Cakti”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tinjau Kesiapan Personel dan Pangkalan

Dalam agenda kunjungan, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito meninjau kondisi pangkalan, fasilitas satuan, serta kesiapan operasional prajurit.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan satuan tempur tetap optimal dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Kalimantan Barat.
Selain fasilitas, Pangdam juga menaruh perhatian pada kondisi moril prajurit.
Menurutnya, kesiapan mental dan disiplin menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan tugas.
Ia menegaskan bahwa satuan tempur tidak hanya dituntut memiliki kemampuan militer, tetapi juga karakter prajurit yang baik di tengah masyarakat.
Tekankan Jati Diri TNI sebagai Tentara Rakyat

Dalam arahannya kepada seluruh prajurit, Pangdam XII/Tpr menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar.
Menurut Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, TNI memiliki jati diri sebagai tentara rakyat, sehingga keberadaan prajurit harus memberikan manfaat langsung bagi warga.
“Jaga hubungan baik dengan masyarakat. TNI itu lahir dari rakyat, karena itu ada istilah tentara pejuang, tentara rakyat, dan tentara profesional,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa sikap dan perilaku sehari-hari prajurit mencerminkan citra institusi TNI di mata masyarakat.
Prajurit Diminta Bersikap Humanis

Pangdam juga menekankan agar prajurit mengedepankan sikap humanis dalam setiap interaksi sosial.
Prajurit tidak boleh bersikap arogan serta harus mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Menurutnya, pendekatan persuasif akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap TNI.
“Hubungan baik dengan masyarakat diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, tidak arogan dan membantu kesulitan masyarakat di sekelilingnya,” ujarnya.
Ia berharap prajurit Yonkav 12/BC mampu menjadi contoh positif serta berperan aktif dalam kegiatan sosial.
Kehadiran Prajurit Harus Dirasakan Masyarakat
Pangdam XII/Tpr menggarisbawahi bahwa kehadiran satuan militer di wilayah Mempawah harus membawa dampak nyata.
Prajurit diminta peka terhadap kondisi sosial dan segera membantu jika masyarakat menghadapi kesulitan.
Bentuk bantuan dapat berupa kegiatan sosial, karya bakti, penanganan bencana, maupun pendampingan masyarakat.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep pembinaan teritorial TNI AD yang menekankan kemanunggalan TNI dan rakyat.
Pembinaan Moril Satuan Tempur
Kunjungan kerja ini juga menjadi bagian dari pembinaan moril prajurit.
Pangdam ingin memastikan prajurit tetap memiliki semangat pengabdian tinggi serta loyalitas terhadap bangsa dan negara.
Ia mengingatkan bahwa profesionalisme militer harus diimbangi dengan integritas dan kepedulian sosial.
Dengan moril yang kuat, prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas pertahanan sekaligus menjadi pelindung masyarakat.
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Melalui kunjungan tersebut, Pangdam XII/Tpr berharap hubungan antara prajurit dan masyarakat semakin erat.
Kemanunggalan TNI dan rakyat dinilai sebagai kunci stabilitas keamanan wilayah.
Kehadiran prajurit yang membantu masyarakat akan menumbuhkan rasa percaya dan menciptakan lingkungan yang kondusif.
Kunjungan kerja Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito ini sekaligus menegaskan bahwa prajurit Yonkav 12/Beruang Cakti tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat sekitar.
(Pendam XII/Tpr)









