Akarkata.com, Melawi, Kalbar – Sebuah rumah betang yang berada di Desa Poring, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, hangus dilalap api pada Jumat, 17 April 2026.
Peristiwa kebakaran tersebut membuat warga sekitar panik karena kobaran api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu.
Begitu menerima laporan, jajaran Polres Melawi Polda Kalbar langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Piket Pamapta, piket fungsi, serta personel Polsek Nanga Pinoh diterjunkan untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara atau TKP sekaligus membantu penanganan di lapangan.
Kebakaran rumah betang tersebut menjadi perhatian karena bangunan itu merupakan salah satu rumah tradisional yang berada di wilayah Desa Poring.
Selain menimbulkan kerugian material yang cukup besar, peristiwa ini juga mengundang keprihatinan masyarakat setempat.
Laporan Masuk Melalui Call Center 110

Informasi pertama mengenai kebakaran rumah betang diterima pihak kepolisian melalui layanan Call Center 110.
Laporan dari masyarakat tersebut segera ditindaklanjuti oleh petugas yang sedang berjaga.
Kapolres Melawi Polda Kalbar AKBP Harris Batara Simbolon, S.I.K., S.H., M.Tr.Opsla melalui jajaran Polsek Nanga Pinoh memastikan bahwa personel langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima informasi.
Kecepatan respons tersebut dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan dapat segera ditangani, sekaligus mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Keberadaan layanan Call Center 110 dinilai sangat membantu masyarakat dalam melaporkan kejadian darurat.
Dengan layanan tersebut, petugas dapat segera menerima informasi dan bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Saksi Pertama Melihat Asap Tebal dari Arah Rumah Betang

Berdasarkan keterangan salah seorang warga yang menjadi saksi, peristiwa kebakaran bermula sekitar pukul 10.00 WIB.
Saat itu, saksi sedang berada di rumahnya dan tengah bersantai.
Namun tidak lama kemudian, ia melihat kepulan asap hitam tebal membumbung dari arah rumah betang di Desa Poring.
Menyadari ada sesuatu yang tidak beres, saksi segera berlari menuju lokasi sambil memanggil warga lainnya untuk membantu.
“Saya lihat asap hitam tebal, lalu langsung berlari ke arah rumah betang dan memanggil warga lainnya,” ungkap saksi.
Sesampainya di lokasi, api sudah terlihat membesar dan disertai asap hitam pekat yang terus membumbung ke udara.
Karena rumah betang tersebut sebagian besar menggunakan material kayu, kobaran api dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan untuk mengendalikan api pada awal kejadian.
Warga Bergotong Royong Padamkan Api

Melihat api semakin membesar, warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.
Mereka menggunakan peralatan seadanya seperti ember, selang air, dan alat lainnya untuk menyiram kobaran api.
Semangat gotong royong terlihat ketika warga bersama-sama berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah dan bangunan lain di sekitar rumah betang.
Menurut keterangan warga, kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 10.30 WIB.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.30 WIB setelah warga berupaya selama kurang lebih dua jam.
Proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena bangunan yang terbakar berbahan dasar kayu sehingga api cepat membesar.
Selain itu, kondisi cuaca yang panas dan tiupan angin juga membuat kobaran api semakin cepat menyebar.
Meski demikian, berkat kerja sama warga dan bantuan petugas yang datang ke lokasi, api akhirnya berhasil dijinakkan sehingga tidak merambat ke bangunan lainnya.
Polisi Lakukan Olah TKP dan Selidiki Penyebab Kebakaran

Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh langsung melakukan pengecekan dan olah TKP di lokasi kebakaran.
Petugas memasang garis polisi di area rumah betang yang terbakar untuk mempermudah proses penyelidikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penanganan pihak berwenang.
Polisi akan mengumpulkan keterangan dari para saksi serta memeriksa kondisi di lokasi untuk mengetahui sumber awal api.
Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh agar dapat diketahui apakah kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik, kelalaian, atau faktor lainnya.
Selain itu, polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama dalam menggunakan peralatan listrik maupun sumber api di rumah.
Kerugian Ditaksir Capai Rp150 Juta

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran rumah betang di Desa Poring mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, nilai kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Kerugian tersebut meliputi bangunan rumah betang beserta berbagai barang yang berada di dalamnya.
Peristiwa ini tentu menjadi duka bagi pemilik maupun masyarakat sekitar.
Rumah betang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat Kalimantan Barat.
Karena itu, kebakaran yang menghanguskan rumah betang tersebut turut menimbulkan keprihatinan mendalam.
Polres Melawi Imbau Masyarakat Waspada Bahaya Kebakaran
Pasca kejadian, Polres Melawi mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan berbahan dasar kayu yang mudah terbakar.
Masyarakat diminta untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melapor apabila melihat tanda-tanda kebakaran.
Polres Melawi juga mengingatkan agar masyarakat memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila terjadi keadaan darurat.
Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera datang dan melakukan penanganan sehingga risiko kerugian dapat diminimalkan.
Kejadian kebakaran rumah betang di Desa Poring menjadi pengingat penting bahwa kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran harus terus ditingkatkan.
Dengan kerja sama antara masyarakat dan aparat, diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.











