Akarkata.com, Pontianak – Di tengah tuntutan profesionalisme dan dinamika sosial digital yang semakin kompleks, jajaran Polisi Wanita di Polda Kalbar terus memperkuat kapasitas diri melalui kegiatan pembinaan internal yang berkelanjutan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi program HeForShe yang digelar di Pontianak pada Jumat (13/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program HeForShe sendiri merupakan gerakan global yang diinisiasi oleh UN Women untuk mendorong kesetaraan gender melalui kolaborasi aktif antara laki-laki dan perempuan.
Implementasi nilai tersebut di lingkungan kepolisian diarahkan untuk memperkuat kemitraan kerja yang profesional sekaligus membangun budaya organisasi yang inklusif.

Kegiatan ini dipimpin oleh Novalina Tarihoran selaku Pakor Polwan Polda Kalbar, didampingi Marintan Tinorma Simanjuntak sebagai Kasetum Polda Kalbar.
Acara diikuti pengurus dan anggota Polwan, termasuk jajaran kewilayahan yang berpartisipasi secara daring melalui Zoom meeting.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Bayu Dewantoro selaku Karo SDM sekaligus pembina Polwan Kalbar.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya penguatan integritas pribadi dan profesional, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang menuntut kedewasaan dalam penggunaan media sosial.

Menurutnya, setiap anggota Polwan harus mampu menjaga marwah institusi dengan menghindari perilaku konsumtif berlebihan, gaya hidup hedonis, maupun aktivitas digital yang berpotensi merugikan citra organisasi.
Penguatan kompetensi, etika, serta pengelolaan diri yang matang menjadi kunci untuk membangun reputasi profesional yang berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa anggota Polisi Wanita memikul peran ganda yang tidak ringan.
Selain sebagai bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia, mereka juga menjalankan peran strategis dalam keluarga.
Oleh karena itu, keseimbangan antara tanggung jawab domestik dan karier perlu dikelola secara harmonis tanpa mengurangi semangat berprestasi.
Pengelolaan relasi sosial yang sehat, kemampuan mengatur keuangan dengan bijak, serta dukungan keluarga disebut sebagai faktor penting yang berkontribusi pada stabilitas psikologis dan profesionalisme anggota.
Solidaritas internal juga dinilai sebagai fondasi penting dalam menjaga kehormatan serta citra positif Polwan di tengah masyarakat.
Sebagai penguatan komitmen tersebut, Pakor Polwan menegaskan bahwa program HeForShe akan terus dijalankan secara berkelanjutan.
Program ini dipandang sebagai instrumen strategis untuk membangun kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan dalam merancang visi dan misi organisasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Pendekatan kolaboratif yang setara diyakini mampu memperkuat posisi perempuan di lingkungan kepolisian sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Kesetaraan tidak hanya dipahami sebagai konsep normatif, tetapi diwujudkan melalui praktik nyata dalam budaya kerja, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan anggota Polwan semakin adaptif menghadapi perubahan sosial, mampu mengelola peran profesional dan personal secara seimbang, serta konsisten menjaga integritas institusi di ruang nyata maupun digital.
Upaya pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia kepolisian yang tangguh, beretika, dan berorientasi pelayanan.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat identitas profesional Polisi Wanita sebagai representasi integritas, kompetensi, dan keteladanan di tengah masyarakat.











