Akarkata.com, Pontianak – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Satuan Tugas Saber Pangan Kalimantan Barat melakukan pemantauan langsung harga kebutuhan pokok di Pasar Flamboyan, Kota Pontianak, Sabtu (21/2).
Kegiatan ini bertujuan memastikan harga sembako tetap terkendali serta ketersediaan bahan pangan aman bagi masyarakat.
Monitoring dipimpin oleh Ps. Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar Kompol Yoan Febriawan, S.H., S.I.K., M.I.K., bersama personel Ditreskrimsus serta melibatkan sejumlah instansi terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Kegiatan pengecekan dilakukan dengan meninjau langsung lapak pedagang, berdialog dengan penjual, dan memantau distribusi barang.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mencegah lonjakan harga maupun praktik kecurangan distribusi pangan selama Ramadan.
Harga Bahan Pokok Masih Normal

Dari hasil pengecekan lapangan, harga bahan pokok penting seperti beras, telur, minyak goreng, gula, cabai, bawang, hingga daging ayam dan sapi masih berada dalam kategori normal.
Tidak ditemukan kenaikan harga signifikan yang berpotensi memicu inflasi pangan.
Berikut kisaran harga bahan pokok di Pasar Flamboyan Pontianak:
Bumbu dapur
• Bawang merah: sekitar Rp40.000/kg
• Bawang putih: sekitar Rp40.000/kg
Cabai
• Cabai rawit merah: Rp60.000/kg
• Cabai keriting: Rp60.000/kg
• Cabai merah besar: Rp65.000/kg
Produk hewani
• Telur ayam ras: Rp31.500/kg
• Daging ayam ras: Rp33.000/kg
• Daging sapi segar: Rp150.000/kg
Bahan pangan lainnya
• Jagung pipilan kering: Rp12.000/kg
• Kedelai biji kering: Rp17.000/kg
• Minyak goreng Minyakita: Rp17.500/kg
• Gula konsumsi: Rp19.000/kg
Harga tersebut dinilai masih stabil dan sesuai dengan harga acuan pemerintah.
Antisipasi Penimbunan dan Permainan Harga
Kompol Yoan Febriawan menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin selama Ramadan.
Hal ini penting karena permintaan bahan pangan biasanya meningkat tajam menjelang sahur dan berbuka puasa.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya fokus pada harga, tetapi juga distribusi dan kualitas barang.
Satgas Saber Pangan berupaya memastikan tidak ada praktik penimbunan, kartel, ataupun manipulasi harga oleh oknum tertentu.
Ia menegaskan pihaknya akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.
Selain itu, para pedagang diimbau untuk tetap mematuhi aturan perdagangan serta menjaga mutu produk yang dijual.
Stabilitas harga sangat bergantung pada kerja sama antara pemerintah, pedagang, dan distributor.
Stok Pangan Dipastikan Aman
Satgas Saber Pangan juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan.
Berdasarkan koordinasi dengan Bulog dan instansi terkait, pasokan beras dan komoditas utama lainnya berada dalam kondisi aman.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
Pembelian berlebihan justru berpotensi memicu kelangkaan sementara dan kenaikan harga di pasar.
Dengan pengendalian distribusi yang baik, kebutuhan pangan selama Ramadan hingga Idul Fitri diproyeksikan tetap terpenuhi.
Peran Pengawasan dalam Menjaga Inflasi
Pengawasan harga pangan memiliki dampak besar terhadap stabilitas ekonomi daerah.
Komoditas pangan merupakan penyumbang utama inflasi, terutama saat hari besar keagamaan.
Karena itu, operasi pasar, pemantauan harga, serta koordinasi lintas instansi menjadi strategi penting untuk menjaga daya beli masyarakat.
Kehadiran aparat dan pemerintah di pasar tradisional juga memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli.
Langkah pengawasan ini sekaligus memastikan perdagangan berlangsung sehat dan adil.
Sinergi Lintas Instansi
Keberhasilan menjaga stabilitas harga tidak hanya bergantung pada satu lembaga.
Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, Bulog, serta dinas terkait menjadi faktor utama.
Melalui sinergi tersebut, distribusi bahan pangan dapat terpantau dari tingkat distributor hingga pedagang eceran.
Jika terjadi gangguan pasokan, penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Satgas Saber Pangan Kalbar berkomitmen terus melakukan monitoring selama Ramadan 2026 agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir lonjakan harga kebutuhan pokok.
Dengan stabilnya harga sembako dan tersedianya stok pangan, diharapkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan normal serta daya beli tetap terjaga sepanjang bulan suci.











