Akarkata.com, Pontianak – Memasuki hari ketujuh bulan suci Ramadhan 2026, stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Pontianak masih terjaga.
Hal tersebut dipastikan setelah Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Kalimantan Barat melakukan monitoring langsung di Pasar Kemuning, Selasa (24/02/2026).
Kegiatan pengawasan dipimpin oleh Ps. Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kalbar Kompol Yoan Febriawan, S.H., S.I.K., M.I.K. bersama personel Ditreskrimsus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut terlibat sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar, Dinas Ketahanan Pangan, Perum Bulog, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengendalian harga sekaligus memastikan distribusi bahan pangan tetap berjalan lancar selama Ramadhan.
Harga Bahan Pokok Masih Stabil

Dari hasil pengecekan di berbagai lapak dan toko di kawasan Jalan Prof. M. Yamin dan Jalan Sultan Syarif Abdurrahman, harga komoditas utama masih berada pada kisaran normal.
Beberapa komoditas yang dipantau meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, cabai, bawang, serta daging ayam dan sapi.
Rata-rata harga yang terpantau antara lain:
• Telur ayam ras sekitar Rp34.000/kg
• Beras premium sekitar Rp15.400/kg
• Beras SPHP sekitar Rp12.600/kg
• Minyak goreng kemasan sekitar Rp18.000/liter
• Minyakita sekitar Rp15.700/liter
• Gula konsumsi sekitar Rp17.500/kg
Untuk komoditas protein:
• Daging ayam ras sekitar Rp32.000/kg
• Daging sapi segar sekitar Rp170.000/kg
• Daging kerbau beku sekitar Rp140.000/kg
• Sementara bumbu dapur seperti cabai dan bawang berada pada kisaran Rp38.000 hingga Rp70.000/kg tergantung jenisnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun permintaan meningkat selama Ramadhan, harga masih relatif terkendali.
Cegah Lonjakan Harga dan Penimbunan

Kompol Yoan Febriawan menjelaskan monitoring pasar merupakan upaya preventif untuk mencegah praktik penimbunan serta permainan harga.
Momentum Ramadhan sering disertai peningkatan konsumsi masyarakat.
Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oknum tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
Karena itu, Satgas melakukan pemeriksaan langsung terhadap harga jual, stok barang, dan distribusi dari distributor ke pedagang.
Jika ditemukan pelanggaran, aparat akan menindak sesuai ketentuan hukum.
Stok Pangan Aman

Selain harga, petugas juga memastikan ketersediaan bahan pangan.
Berdasarkan koordinasi dengan Bulog dan distributor, pasokan beras dan kebutuhan pokok lainnya masih mencukupi.
Masyarakat diminta tidak khawatir terhadap kelangkaan barang.
Satgas mengingatkan warga untuk tidak melakukan panic buying karena dapat memicu kenaikan harga.
Distribusi yang stabil menjadi faktor utama menjaga kestabilan pasar.
Imbauan untuk Pedagang

Petugas mengingatkan pedagang agar tetap menjual barang sesuai harga wajar.
Pedagang juga diminta menjaga kualitas pangan yang dipasarkan.
Selain aspek harga, keamanan pangan menjadi perhatian penting.
Produk yang dijual harus layak konsumsi dan disimpan dengan baik.
Dengan demikian, masyarakat dapat berbelanja dengan aman.
Upaya Menekan Inflasi

Pengawasan harga bahan pokok merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah.
Komoditas pangan memiliki kontribusi besar terhadap inflasi, terutama menjelang Idulfitri.
Jika harga stabil, daya beli masyarakat tetap terjaga.
Hal ini penting agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa beban ekonomi berlebih.
Pengawasan Berkelanjutan
Satgas Saber Pangan Kalbar menegaskan pemantauan tidak hanya dilakukan sekali.
Monitoring akan dilakukan secara berkala di berbagai pasar tradisional.
Pengawasan berkelanjutan bertujuan memastikan kestabilan harga hingga Lebaran.
Kepolisian juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan praktik kecurangan perdagangan.
Harapan ke Depan
Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan pelaku usaha, stabilitas harga pangan diharapkan tetap terjaga.
Kondisi pasar yang terkendali akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Satgas berharap masyarakat tetap bijak berbelanja dan tidak menimbun barang.
Melalui pengawasan rutin, keamanan distribusi pangan dapat dipertahankan.
Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga ketersediaan bahan pokok sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama Ramadhan hingga Idulfitri di Kalimantan Barat.











