Akarkata.com, Ngabang, Landak – Dalam rangka memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai proses rekrutmen kepolisian.
Unit Binmas Polsek Ngabang bersama personel Bag SDM Polres Landak menggelar kegiatan sosialisasi penerimaan calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 kepada siswa-siswi SMA Negeri 3 Ngabang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kamis (5/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 09.40 WIB tersebut difokuskan kepada para pelajar, khususnya siswa kelas XII, agar mereka memperoleh informasi yang jelas mengenai tahapan seleksi serta persyaratan untuk menjadi anggota Polri.
Sebanyak 55 siswa kelas XII mengikuti kegiatan yang digelar di lingkungan sekolah tersebut.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari pihak sekolah yang diwakili oleh guru, kemudian penyampaian materi sosialisasi oleh Ps. Panit I Binmas Polsek Ngabang Aiptu M. Hendra S, sesi tanya jawab, doa, dan diakhiri dengan penutup.
Dalam pemaparannya, Aiptu M. Hendra S menjelaskan secara rinci berbagai tahapan dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri.

Materi yang disampaikan meliputi persyaratan administrasi, tahapan seleksi, hingga prinsip pelaksanaan seleksi yang mengedepankan transparansi, objektivitas, serta profesionalitas.
Selain itu, para siswa juga diberikan gambaran mengenai pentingnya mempersiapkan diri sejak dini, baik dari aspek fisik, kesehatan, mental, maupun kemampuan akademik, agar memiliki peluang yang lebih besar dalam mengikuti seleksi penerimaan Polri.
Sementara itu, Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K melalui Kapolsek Ngabang AKP Zuanda, S.H menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan informasi yang terbuka dan akurat kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki minat untuk mengabdikan diri sebagai anggota Polri.
Menurut AKP Zuanda, S.H, proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) sehingga seluruh tahapan seleksi dapat berjalan secara adil dan profesional.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman yang benar kepada para pelajar mengenai proses rekrutmen anggota Polri. Seleksi dilaksanakan dengan prinsip BETAH serta tidak dipungut biaya dan bebas dari praktik KKN,” jelasnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para siswa-siswi yang bercita-cita menjadi anggota Polri untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti materi sosialisasi.
Hal tersebut terlihat dari keaktifan para siswa dalam mengajukan berbagai pertanyaan pada sesi diskusi.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para pelajar dapat memahami secara menyeluruh proses seleksi penerimaan anggota Polri.
Sekaligus mendapatkan motivasi untuk meraih kesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara melalui institusi Kepolisian Republik Indonesia.











