Akarkata.com, Ketapang, Kalbar – Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR memimpin langsung pelaksanaan pengumuman hasil Pemeriksaan Administrasi (Rikmin) Awal penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Panitia Bantuan Penerimaan (Panbanrim) Polres Ketapang tersebut berlangsung tertib, terbuka, dan akuntabel di lingkungan Polres Ketapang pada Jumat, 10 April 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengumuman hasil seleksi Rikmin Awal ini diikuti oleh seluruh calon siswa atau casis Bintara dan Tamtama Polri yang telah menjalani tahapan pemeriksaan administrasi.
Proses pengumuman berlangsung secara transparan dengan melibatkan unsur pengawas internal maupun eksternal guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi anggota Polri Tahun Anggaran 2026, sekaligus menunjukkan komitmen Polres Ketapang dalam menjaring calon anggota Polri yang berkualitas, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.
Kapolres Ketapang Pimpin Langsung Proses Pengumuman

Pelaksanaan pengumuman hasil Rikmin Awal dipimpin langsung oleh Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR.
Kehadiran Kapolres dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan Polres Ketapang dalam mengawal seluruh proses penerimaan anggota Polri agar berjalan secara objektif dan profesional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat internal Polres Ketapang serta para pengawas dari berbagai instansi.

Turut hadir PS. Kabag SDM Polres Ketapang AKP Aris Pramudji Widodo, S.A.P., Pengawas Internal AKP Wargo Suwarso dan IPTU Cayusman, serta Kasidokkes Polres Ketapang Penda Susi Indrasari, A.Md.Kep.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri unsur pengawas eksternal dari berbagai instansi dan lembaga.
Di antaranya perwakilan Dinas Pendidikan Yunita, S.Sos., perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Andi Franki Simarangkir, A.Md., perwakilan Dinas Perdagangan UPT Metrologi Legal Tipe A Kabupaten Ketapang Yunita Safitri, S.T., serta pengawas eksternal dari LSM LAKI Ketapang Asri Ruslan.
Kehadiran para pengawas eksternal tersebut bertujuan memastikan tidak ada penyimpangan selama proses seleksi berlangsung.
Dengan demikian, masyarakat dapat melihat bahwa proses penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Komitmen Terapkan Prinsip BETAH

Polres Ketapang menegaskan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan menerapkan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Prinsip tersebut menjadi pedoman utama dalam setiap tahapan seleksi, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, tes jasmani, psikologi, hingga tahapan akhir.
Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris menegaskan bahwa penerapan prinsip BETAH merupakan bentuk komitmen Polri untuk menghadirkan proses seleksi yang jujur dan bebas dari praktik kecurangan.
Menurutnya, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi selama memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.
“Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan tidak dipungut biaya. Kami ingin memastikan bahwa hanya calon terbaik yang nantinya terpilih menjadi anggota Polri,” ujar AKBP Muhammad Harris.
Dengan penerapan prinsip tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap proses rekrutmen Polri dapat terus meningkat.
113 Peserta Dinyatakan Memenuhi Syarat

Berdasarkan hasil sidang kelulusan Rikmin Awal Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, dari seluruh peserta yang mengikuti tahapan pemeriksaan administrasi, sebanyak 113 orang dinyatakan Memenuhi Syarat atau MS.
Jumlah tersebut terdiri atas 96 peserta pria dan 17 peserta wanita.
Para peserta yang dinyatakan memenuhi syarat berhak melanjutkan ke tahapan seleksi berikutnya.
Sementara itu, terdapat satu peserta pria yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat atau TMS karena tidak memenuhi ketentuan administrasi yang telah ditetapkan.
Hasil tersebut diumumkan secara terbuka di hadapan seluruh peserta dan pengawas.
Transparansi ini dilakukan agar tidak menimbulkan keraguan maupun prasangka terhadap hasil seleksi.
Dengan jumlah peserta yang lulus mencapai 113 orang, Polres Ketapang optimistis akan lahir calon-calon anggota Polri yang memiliki kualitas, integritas, dan semangat pengabdian yang tinggi.
Peserta Diminta Tidak Berpuas Diri
Dalam arahannya, Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris mengingatkan kepada seluruh peserta yang dinyatakan lulus agar tidak cepat merasa puas.
Ia menegaskan bahwa Rikmin Awal hanyalah tahapan awal dari rangkaian panjang seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026.
Masih terdapat sejumlah tes lanjutan yang harus dihadapi para peserta, mulai dari tes kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, akademik, hingga pemeriksaan akhir.
Kapolres meminta agar para peserta mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik dari segi fisik, mental, maupun pengetahuan.
“Kepada peserta yang lulus, persiapkan diri sebaik mungkin untuk tahapan selanjutnya. Jangan lengah dan terus tingkatkan kemampuan agar dapat bersaing secara sehat,” tegas AKBP Muhammad Harris.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meluluskan seleksi dengan imbalan tertentu.
Menurutnya, seluruh proses seleksi dilakukan secara gratis dan tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apa pun.
Peserta yang Belum Lulus Diminta Tetap Semangat
Bagi peserta yang belum berhasil lolos pada tahap Rikmin Awal, Kapolres Ketapang memberikan motivasi agar tidak berkecil hati.
Ia berharap para peserta yang dinyatakan TMS tetap semangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk mempersiapkan diri lebih baik di masa mendatang.
“Bagi yang belum lulus, jangan patah semangat. Masih ada kesempatan di tahun berikutnya. Persiapkan diri lebih baik lagi dan terus berusaha,” pesan Kapolres.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari para peserta dan orang tua yang hadir.
Mereka menilai proses seleksi yang dilakukan Polres Ketapang berlangsung secara terbuka dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta.
Wujudkan Calon Anggota Polri yang Berkualitas
Pelaksanaan pengumuman Rikmin Awal ini menjadi bagian dari upaya Polres Ketapang dalam menjaring calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritas.
Melalui proses seleksi yang ketat dan transparan, diharapkan anggota Polri yang nantinya terpilih benar-benar memiliki kemampuan, mental, dan dedikasi untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Dengan komitmen menerapkan prinsip BETAH, Polres Ketapang ingin memastikan bahwa penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 berlangsung profesional, terpercaya, dan mampu melahirkan generasi Polri yang Presisi.











