Akarkata.com, Sengah Temila, Landak – Suasana hangat dan penuh keakraban tampak di sebuah kafe di wilayah Kecamatan Sengah Temila pada Jumat malam (10/04/2026).
Di tengah ramainya warga yang menikmati waktu bersama rekan-rekan mereka, sebagian pengunjung terlihat sibuk memainkan telepon genggam dan berselancar di media sosial.
Namun suasana menjadi sedikit berbeda saat personel Polsek Sengah Temila yang sedang melaksanakan patroli malam singgah ke lokasi tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran polisi bukan untuk melakukan penindakan, melainkan untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat.
Dengan ramah, petugas menyapa warga yang sedang nongkrong di kafe.
Dalam dialog santai itu, polisi mengingatkan masyarakat agar lebih cerdas dan bijak dalam menggunakan media sosial.
Petugas menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar.
Selain itu, warga juga diminta untuk tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Polisi juga memberikan imbauan kepada warga agar lebih berhati-hati dalam bermain media sosial, gunakan secara bijak dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar petugas di lokasi.
Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K. melalui Kapolsek Sengah Temila AKP Ecep Maman Hermawan, S.H., M.Kn. menjelaskan bahwa patroli malam tidak hanya difokuskan pada pencegahan kriminalitas, tetapi juga menjadi sarana untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Patroli ini kami lakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di tempat-tempat keramaian. Selain menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, kami juga memberikan edukasi kepada warga, termasuk dalam penggunaan media sosial yang aman dan bijak,” jelas AKP Ecep Maman Hermawan, S.H., M.Kn.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membawa banyak manfaat, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan masalah apabila tidak digunakan dengan benar.
Penyebaran informasi yang tidak jelas, ujaran kebencian, provokasi, hingga penipuan melalui media sosial menjadi ancaman yang harus diwaspadai masyarakat.
Karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Warga juga diimbau untuk lebih berhati-hati dalam mengunggah konten, berkomentar, maupun berinteraksi di dunia maya.
AKP Ecep Maman Hermawan, S.H., M.Kn. menambahkan bahwa keamanan tidak hanya perlu dijaga di lingkungan nyata, tetapi juga di ruang digital.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif. Bijak dalam bermedia sosial adalah salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya konflik maupun penyebaran informasi yang menyesatkan,” tambah AKP Ecep Maman Hermawan, S.H., M.Kn..
Kegiatan patroli dialogis tersebut mendapat sambutan positif dari warga.
Mereka mengaku senang karena polisi tidak hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga memberikan edukasi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan yang santai dan penuh keakraban, pesan yang disampaikan petugas pun menjadi lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat.











