Delapan Jenazah Korban Helikopter PK-CFX Jalani Identifikasi DVI di Pontianak

- Editor

Jumat, 17 April 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Kalbar Pastikan Proses Identifikasi Korban Helikopter PK-CFX Berjalan Cepat

Kapolda Kalbar Pastikan Proses Identifikasi Korban Helikopter PK-CFX Berjalan Cepat

Akarkata.com, Pontianak, Kalbar – Seluruh korban kecelakaan helikopter Airbus H-130 dengan nomor registrasi PK-CFX yang jatuh di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, telah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan.

Delapan kantong jenazah kini telah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak pada Jumat, 17 April 2026, untuk menjalani proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Barat.

Proses identifikasi dilakukan guna memastikan identitas seluruh korban secara akurat sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim DVI Bid Dokkes Polda Kalbar saat ini bekerja intensif dengan menggunakan metode ilmiah sesuai standar internasional.

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak Saat Terbang dari Melawi ke Kubu Raya

Musibah ini bermula ketika helikopter milik PT. Citra Mahkota Abadi (PT. CMA) tersebut hilang kontak pada Kamis, 16 April 2026, sekitar pukul 08.39 WIB.

Helikopter Airbus H-130 PK-CFX diketahui tengah melakukan penerbangan dari Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.

Di dalam helikopter terdapat delapan orang yang terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Namun di tengah perjalanan, helikopter tiba-tiba hilang kontak.

Informasi tersebut langsung memicu operasi pencarian besar-besaran yang melibatkan Polda Kalbar, Basarnas, TNI, BPBD, serta berbagai unsur terkait lainnya.

Setelah dilakukan pencarian selama beberapa jam, helikopter akhirnya ditemukan pada Kamis petang dalam kondisi hancur di kawasan Dusun Gandis, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Lokasi jatuhnya helikopter berada di wilayah perbukitan dengan akses yang sangat sulit.

Evakuasi Dilakukan Dini Hari Karena Cuaca Ekstrem

Awalnya, proses evakuasi direncanakan dilakukan pada Jumat pagi.

Namun, mempertimbangkan kondisi cuaca yang terus berubah dan medan yang sulit, tim gabungan memutuskan untuk memulai evakuasi lebih awal pada pukul 00.05 WIB.

Baca Juga:  Kapolsek Menyuke Bersama Bhabinkamtibmas dan Warga Tanam Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Keputusan tersebut diambil karena evakuasi melalui jalur udara tidak memungkinkan dilakukan.

Cuaca buruk dan tidak adanya area lapang untuk pendaratan helikopter menjadi kendala utama.

Akhirnya, seluruh jenazah dievakuasi melalui jalur darat.

Tim gabungan harus berjalan kaki selama kurang lebih 2,5 jam dari lokasi jatuhnya helikopter menuju Posko Hulu Peniti.

Perjalanan tersebut berlangsung sangat berat karena jalur yang dilalui licin, curam, dan minim penerangan.

Meskipun demikian, seluruh personel tetap berjuang agar proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar.

Setelah tiba di Posko Hulu Peniti, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju titik penjemputan di Kompi B Yonif 642.

Selanjutnya, seluruh korban diterbangkan ke Pontianak menggunakan helikopter Super Puma milik Lanud Supadio.

Kapolda Kalbar Sampaikan Duka dan Apresiasi Tim Evakuasi

Dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara Pontianak, Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak laporan hilang kontak diterima, Polda Kalbar langsung mengerahkan berbagai kekuatan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.

“Kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Sejak laporan hilang kontak diterima, kami langsung mengerahkan personel Ditsamapta, Satbrimob, hingga bantuan BKO helikopter AW 169 dari Polda Kalteng. Operasi evakuasi dilakukan dengan penuh perjuangan karena medan yang sangat terjal dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki. Saat ini, fokus utama kami adalah memastikan proses identifikasi berjalan cepat dan akurat melalui tim DVI agar jenazah dapat segera diserahkan kepada keluarga,” ungkap Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.

Kapolda menegaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat telah bekerja maksimal demi mempercepat penanganan musibah ini.

Baca Juga:  Kapolres Melawi Pimpin Panen Jagung Hibrida Bersama Poktan Karunia Tani II di Desa Batu Ampar

Menurutnya, keselamatan dan kepastian identitas korban menjadi prioritas utama saat ini.

Gubernur Kalbar Apresiasi Seluruh Tim Gabungan

Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., juga hadir dan memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi.

Menurutnya, lokasi jatuhnya helikopter di Kecamatan Nanga Taman memiliki tantangan geografis yang sangat berat sehingga keberhasilan evakuasi merupakan hasil kerja keras semua pihak.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi kerja keras seluruh tim gabungan, mulai dari Polri, TNI, Basarnas, hingga BPBD yang bekerja tanpa henti di lapangan. Kami menyadari lokasi kejadian di Nanga Taman memiliki tantangan geografis yang luar biasa. Kami memastikan akan terus mengawal proses ini hingga seluruh hak-hak korban terpenuhi dan pemakaman dilakukan dengan layak. Mari kita doakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.

Tim DVI Polda Kalbar Gunakan Metode Ilmiah

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa Tim DVI Bid Dokkes Polda Kalbar telah mengaktifkan operasi identifikasi dengan membentuk dua tim utama, yakni Tim Antemortem dan Tim Post Mortem.

Tim Antemortem bertugas mengumpulkan data dari keluarga korban, sedangkan Tim Post Mortem melakukan pemeriksaan langsung terhadap jenazah.

“Tim DVI Bid Dokkes Polda Kalbar telah mengaktifkan operasi dengan membentuk dua tim utama, yakni Tim Antemortem dan Post Mortem. Kami telah menerima delapan kantong jenazah. Identifikasi dilakukan secara ilmiah menggunakan data primer seperti sidik jari, catatan gigi, dan DNA, serta data sekunder berupa properti korban,” jelas Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.

Ia juga mengimbau keluarga korban agar tetap tenang dan memberikan data yang diperlukan guna membantu proses identifikasi berjalan lebih cepat.

Baca Juga:  Polsubsektor Jelimpo Laksanakan Patroli Rutin, Polisi Sampaikan Imbauan Keamanan dan Ketahanan Pangan

“Kami mengimbau pihak keluarga untuk tetap tenang dan mempercayai proses profesional yang sedang kami jalankan. Informasi terkini akan kami sampaikan secara berkala,” pungkas Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H.

Daftar Korban dan Penyelidikan Masih Berlangsung

Delapan korban yang berada di dalam helikopter PK-CFX terdiri dari dua kru dan enam penumpang.

Kru helikopter adalah Capt. Marindra W. selaku pilot dan Harun Arasyd sebagai co-pilot.

Sementara enam penumpang yang turut berada di dalam helikopter masing-masing bernama Patrick K., Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.

Saat ini, pihak otoritas penerbangan bersama kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti jatuhnya helikopter Airbus H-130 PK-CFX di koordinat 0°10’51.91” S dan 110°47’25.49” E.

Penyelidikan tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian terkait faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan, sehingga peristiwa serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Berita Terkait

Wakapolres Ketapang Kompol Hoerrudin Hadiri Halal Bihalal di Pendopo Bupati Ketapang
Dua Pelaku Narkoba Diamankan di Desa Harapan Baru, Polres Ketapang Sita 44 Paket Sabu
Laporan Layanan 110 Langsung Ditindaklanjuti, Polisi di Melawi Gerak Cepat ke Lokasi Kecelakaan
Polres Melawi Tingkatkan Patroli Malam, Cegah Tawuran dan Balap Liar di Wilayah Rawan
Call Center 110 Terima Laporan, Rumah Betang di Melawi Hangus Dilalap Api
Roadshow AVC 2026 di Semarang Kenalkan Turnamen Voli Terbesar Asia
Mediasi BMT BUS di Kantor Camat Mandor Memanas, Polsek Mandor Tetap Jaga Kondusifitas
Polisi Sapa Warga di Pinggir Jalan, Imbau Waspada Cuaca Ekstrem dan Karhutla
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:49 WIB

Koramil 04/Jawai Dorong Kemajuan Peternakan Sapi Lewat Kegiatan Komsos

Jumat, 17 April 2026 - 21:01 WIB

Prajurit Yonif TP 833/BD Ikut Tembusi Medan Ekstrem Evakuasi 8 Korban Helikopter PK-CFX di Bukit Puntak, Sekadau

Jumat, 17 April 2026 - 20:54 WIB

Danramil 05/Pemangkat Pererat Hubungan dengan Masyarakat Melalui Safari Sholat Jumat

Jumat, 17 April 2026 - 13:58 WIB

Kodim 1209/Bengkayang Bersama Warga Rehab Jembatan Gantung di Jagoi Babang,

Jumat, 17 April 2026 - 13:44 WIB

Tembus Medan Ekstrem Bukit Puntak, TNI dan Tim SAR Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX

Jumat, 17 April 2026 - 10:16 WIB

Helikopter Airbus H130 PK-CFX Hilang di Sekadau, Kodam XII/Tpr Kerahkan Pasukan untuk Pencarian

Kamis, 16 April 2026 - 15:29 WIB

Pangdam XII/Tpr Hadiri Apel Kesiapsiagaan Karhutla Nasional 2026, TNI Siap Cegah Dini Kebakaran

Rabu, 15 April 2026 - 16:10 WIB

O2SN Tingkat SD di Kecamatan Tekarang Resmi Dibuka, Babinsa Turut Hadir

Berita Terbaru

Pemkab Sintang Ajak Suku Jawa Terus Bantu Pembangunan di Kabupaten Sintang

Berita Daerah

Hadiri Halal Bihalal, Helmi Ingatkan Pentingnya Kerukunan di Sintang

Sabtu, 18 Apr 2026 - 16:00 WIB

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x