Ia menegaskan bahwa fasilitas nuklir harus dilindungi dalam segala situasi.
“Serangan terhadap fasilitas nuklir merupakan ancaman serius bagi keselamatan dan perdamaian internasional,” ujar Grossi, sambil menawarkan IAEA sebagai forum netral untuk memulihkan kepercayaan dan memfasilitasi dialog teknis.
Reaksi Internasional: Rusia, Pakistan, AS, dan Iran
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rusia mengecam keras Israel dan menuding serangan ini sebagai pelanggaran Piagam PBB.
Dubes Rusia Vassily Nebenzia menyebut tindakan tersebut bisa memicu “bencana nuklir besar-besaran”.
Pakistan menegaskan bahwa Iran memiliki hak membela diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB dan mengkritik Israel karena memperkeruh situasi saat jalur diplomasi sedang ditempuh.
AS menyalahkan Iran atas penyebaran ketidakstabilan di kawasan, meskipun mengaku tidak terlibat langsung dalam serangan Israel.
Pejabat AS McCoy Pitt menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Iran menuduh Israel melakukan terorisme negara.
Duta Besarnya di PBB, Amir Saeid Iravani, menyerukan Dewan Keamanan untuk meminta pertanggungjawaban Israel dan sekutunya, terutama AS.
Israel: Serangan Ini untuk Melindungi Keamanan Nasional
Duta Besar Israel, Danny Danon, menyatakan bahwa operasi militer mereka bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Ia menyebut serangan itu sebagai “tindakan pelestarian nasional” dan menyalahkan komunitas internasional karena gagal bertindak terhadap ancaman Iran.
“Israel tidak mencari perang, tetapi tidak punya pilihan lain,” ujar Danon dalam pernyataannya.











