Bayang-bayang seragam hijau itu menambah tegang suasana, membuat setiap orang bertanya-tanya: apakah bentrokan ini akan semakin melebar?
Minimnya penerangan menjadikan malam itu bagai mimpi buruk, jalanan hanya disinari cahaya redup dari lampu jalan dan nyala api molotov yang sesekali menyala terang.
Suasana mencekam, seolah setiap detik bisa berubah menjadi ledakan amarah yang lebih besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun di balik kekacauan, satu hal terasa jelas: suara rakyat tidak bisa dibungkam.
Affan Kurniawan, sang pejuang jalanan, telah tiada, tetapi kisahnya menghidupkan bara perlawanan.
Malam itu, di Kwitang, orang-orang turun ke jalan bukan hanya untuk dirinya, tetapi untuk setiap nyawa kecil yang kerap dianggap sepele.
Dan sejarah mencatat, di depan Mako Brimob itu, keadilan kembali ditagih dengan api, air mata, dan suara yang mengguncang ibu kota.
Penulis: Akar Kata
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:
Saluran Whatsapp, Tiktok, Instagram,
Halaman : 1 2











