Akarkata.com, Jakarta – Malam itu, Kamis 28 Agustus 2025, kawasan Pejompongan, Jakarta, dipenuhi riuh suara massa yang sedang menyuarakan tuntutan mereka.
Asap kendaraan bercampur dengan bau keringat, teriakan, dan dentuman sepatu aparat yang berjaga.
Di tengah hiruk-pikuk itu, seorang pria sederhana bernama Affan Kurniawan sedang menunggu pesanan berikutnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Affan adalah seorang pengemudi ojek online (ojol), Sehari-harinya, ia berkeliling Jakarta, mengantarkan makanan, menjemput penumpang, atau sekadar mengantar paket kecil.
Bagi Affan, jalanan adalah tempatnya berjuang demi nafkah, setiap kali ia memegang stang motornya, selalu ada doa lirih untuk keluarganya di rumah: semoga rezekinya cukup, semoga selamat kembali.
Namun, siapa sangka, malam itu menjadi akhir dari perjalanan hidupnya.
Ketika mobil rantis Brimob bergerak untuk membubarkan massa, suasana mendadak mencekam.
Orang-orang berlarian, sebagian berteriak panik, sebagian lain terhimpit kerumunan.
Di tengah kekacauan itu, Affan terjebak di antara barisan massa yang berlarian tak tentu arah, ia sempat berusaha menepi, namun takdir berkata lain.
Mobil rantis itu melaju, dan dalam hitungan detik, tubuh Affan tergilas roda besi yang berat.
Jeritan saksi di sekitar lokasi pecah, namun semua sudah terlambat, Affan Kurniawan, sang driver ojol yang sehari-hari berjuang dengan keringat, tergeletak tak bernyawa.
Halaman : 1 2 Selanjutnya











