Akarkata.com, Sintang, Kaliamntan Barat – Mencari pejabat jujur itu susah, wak! Kalau cari yang pintar, melonggok, kata budak Pontianak.
Walau susah, ada juga yang jujur. Namanya, Fahri Hamzah, Wamen Kementerian PKP, dengan gentlemen, ia akui kinerja PKP, nol.
Mari kita kulik kejujuran mantan aktivis ini sambil seruput kopi tanpa gula.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada pepatah lama yang mengatakan, “Kalau tak bisa jadi lilin, jangan pula jadi pemadam”.
Tetapi rupanya di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), mereka memilih jadi lilin… yang bahkan belum dinyalakan.
Dalam sejarah birokrasi modern, jarang sekali ada pejabat yang berani mengaku dirinya gagal, tapi seperti dalam novel-novel tragikomedi yang kita baca sambil makan mi instan.
Muncullah dua tokoh: Joao Angelo, mantan Dirut Agrinas, yang mundur karena merasa tak becus, dan kini Fahri Hamzah, Wakil Menteri PKP, yang dengan penuh keyakinan berkata, “Kinerja kami? Nol.”
Ya, nol, Kosong, nada seperti ujian matematika yang jawabannya semuanya salah, atau saldo rekening di akhir bulan setelah gajian lewat di tanggal lima.
Fahri Hamzah tidak sekadar melempar kritik, ia membangun monumen retorika dengan kata-kata itu.
Menurutnya, kementerian ini terlalu sibuk mengurus CSR (Corporate Social Responsibility), semacam pesta amal bergaya korporasi, dari mengerjakan tugas inti:
– Merenovasi rumah warga yang hampir roboh.
– Menata kawasan permukiman yang sudah seperti labirin pos ronda.
– Menyediakan PSU (Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum) yang kadang cuma ada di proposal PowerPoint.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya











