Akarkata.com, Puring Kencana – Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir mendorong aparat kewilayahan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir.
Sebagai langkah antisipatif, Babinsa Koramil 1206-18/Puring Kencana, Sertu Rino, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi debit air di aliran Sungai Antu, Kecamatan Puring Kencana, Selasa (24/03/2026).
Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari deteksi dini guna mengidentifikasi potensi luapan air yang dapat mengancam keselamatan masyarakat, terutama warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemantauan Langsung di Titik Rawan

Dalam pelaksanaan patroli siaga banjir tersebut, Sertu Rino melakukan penyisiran di sejumlah titik rawan yang selama ini dikenal rentan terdampak luapan Sungai Antu.
Ia juga memeriksa kelancaran arus sungai serta kondisi tanggul alami yang berfungsi sebagai penahan air.
Pengukuran ketinggian air dilakukan secara manual untuk memastikan apakah debit air masih berada pada ambang normal atau menunjukkan tren kenaikan yang berpotensi membahayakan.
Langkah ini dinilai penting mengingat perubahan cuaca ekstrem dapat menyebabkan kenaikan debit air secara tiba-tiba, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah hulu.
Kesiapsiagaan Jadi Kunci Utama

Sertu Rino menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi bencana.
“Kami tidak ingin kecolongan. Fokus kami adalah memastikan debit air masih dalam batas aman. Jika terjadi kenaikan signifikan, maka sistem peringatan dini akan segera diaktifkan dan koordinasi dengan instansi terkait dilakukan untuk langkah evakuasi,” ujar Sertu Rino.
Ia menambahkan, pemantauan rutin akan terus dilakukan selama kondisi cuaca belum stabil.
Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak panik menghadapi situasi.
Komitmen TNI Jaga Keselamatan Warga
Kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI AD, khususnya aparat kewilayahan, dalam melindungi masyarakat dari potensi bencana alam.
Peran Babinsa sangat strategis karena mereka berada paling dekat dengan warga serta memahami kondisi geografis wilayah binaannya.
Di wilayah perbatasan seperti Puring Kencana, akses informasi dan bantuan terkadang terbatas.
Oleh karena itu, kehadiran Babinsa di lapangan menjadi faktor penting dalam memastikan keselamatan dan ketahanan masyarakat menghadapi ancaman banjir.
Selain pemantauan fisik, Babinsa juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dan dekat aliran sungai.
Warga Diminta Tetap Siaga
Sertu Rino mengingatkan masyarakat Desa Sungai Antu untuk segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda peningkatan debit air, seperti perubahan warna air menjadi keruh pekat, arus semakin deras, atau munculnya genangan di area pemukiman.
Warga juga diminta menyiapkan langkah darurat, seperti mengamankan dokumen penting, barang berharga, serta memastikan jalur evakuasi tetap dapat digunakan.
Kesiapan masyarakat dinilai menjadi faktor penentu dalam meminimalisir dampak jika banjir benar-benar terjadi.
Kondisi Masih Normal, Pengawasan Ditingkatkan
Hingga saat laporan ini disusun, kondisi debit air Sungai Antu di Desa Sungai Antu masih berada dalam kategori normal dan belum menunjukkan tanda-tanda luapan.
Meski demikian, pengawasan tidak akan dihentikan.
Babinsa bersama perangkat desa dan unsur terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi, terutama apabila curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Langkah preventif ini diharapkan mampu mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian material akibat banjir.
Sinergi untuk Mitigasi Bencana
Upaya yang dilakukan Babinsa Koramil 1206-18/Puring Kencana juga menjadi contoh sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam.
Dengan deteksi dini, koordinasi cepat, dan kesiapsiagaan bersama, risiko dampak banjir dapat ditekan seminimal mungkin.
Kehadiran aparat di lapangan sekaligus memberikan rasa aman bagi warga, bahwa pemerintah melalui TNI selalu siap melindungi masyarakat dalam situasi darurat.
(Pendam XII/Tpr)











