Akarkata.com, Kapuas Hulu, Kalbar – Harapan panjang masyarakat di Desa Sebintang, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu, untuk memiliki akses transportasi yang lebih layak akhirnya mulai terwujud.
Senin (06/04/2026), Komandan Kodim (Dandim) 1206/Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kapuas Hulu melaksanakan prosesi ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Sebintang tersebut disambut antusias masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga dari sejumlah desa turut hadir menyaksikan dimulainya pembangunan jembatan yang selama ini sangat dinantikan.
Kehadiran jembatan tersebut diyakini akan menjadi solusi atas persoalan transportasi yang selama bertahun-tahun dihadapi masyarakat di wilayah Kecamatan Kalis.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi salah satu langkah strategis dalam membuka keterisolasian desa-desa di pedalaman Kapuas Hulu.
Infrastruktur ini diproyeksikan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Jembatan Akan Hubungkan Empat Desa di Kecamatan Kalis

Jembatan Perintis Garuda dirancang untuk menghubungkan empat desa sekaligus, yakni Desa Nanga Sebintang, Desa Lemangan, Desa Peniung, dan Desa Libang Kadeng.
Selama ini, masyarakat dari keempat desa tersebut harus menghadapi berbagai kendala ketika ingin menuju pusat pemerintahan maupun menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kondisi jalan dan akses penyeberangan yang terbatas membuat perjalanan warga menjadi lebih lama dan berisiko, terutama saat musim hujan.
Tidak sedikit masyarakat yang harus menempuh jalur alternatif dengan medan yang sulit demi mencapai Kecamatan Kalis.
Keberadaan jembatan baru ini nantinya akan memangkas waktu tempuh dan mempermudah akses warga menuju fasilitas umum, termasuk sekolah, pasar, pusat kesehatan, dan kantor pemerintahan.
Bagi para pelajar, pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi kabar yang sangat menggembirakan.
Selama ini, anak-anak sekolah di sejumlah desa harus berangkat lebih awal dan melewati akses yang kurang aman untuk menuju sekolah di Kecamatan Kalis.
Dengan hadirnya jembatan tersebut, para siswa diharapkan dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah, aman, dan cepat.
Hal ini juga dinilai akan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pedalaman Kapuas Hulu.
Dandim 1206/Psb: Negara Hadir untuk Rakyat

Dalam sambutannya, Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari Program Karya Bakti TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2026.
Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen TNI AD dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah-wilayah yang masih membutuhkan perhatian.
Letkol Arm Andreas Prabowo Putro menekankan bahwa TNI tidak hanya menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat.
“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir untuk rakyat. Melalui program Karya Bakti ini, kami ingin memastikan pemerataan infrastruktur menjangkau hingga pelosok desa, sehingga mobilisasi warga, baik untuk urusan ekonomi maupun pendidikan, tidak lagi terhambat,” ujar Letkol Arm Andreas Prabowo Putro.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur seperti jembatan merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut Dandim 1206/Psb, jika akses transportasi terbuka, maka aktivitas ekonomi masyarakat juga akan tumbuh lebih cepat.
Hasil pertanian, perkebunan, dan usaha masyarakat desa akan lebih mudah dipasarkan ke wilayah lain.
Sinergi TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah Jadi Kunci

Prosesi peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga dihadiri Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam pembangunan jembatan tersebut.
Menurut Sukardi, S.M., pembangunan di daerah pedalaman tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Diperlukan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat agar pembangunan dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan TNI melalui Kodim 1206/Putussibau dalam membantu pembangunan di Kabupaten Kapuas Hulu. Sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama percepatan pembangunan di Bumi Uncak Kapuas,” kata Sukardi, S.M.
Ia berharap pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat segera selesai sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Selain memperlancar transportasi, keberadaan jembatan juga diyakini akan membuka peluang baru bagi peningkatan ekonomi desa.
Warga akan lebih mudah membawa hasil kebun, hasil pertanian, maupun produk lokal ke pasar.
Buka Akses Ekonomi dan Pendidikan Masyarakat
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata.
Lebih dari itu, jembatan tersebut menjadi jawaban atas aspirasi masyarakat Desa Sebintang dan desa-desa sekitarnya yang selama ini mendambakan akses transportasi yang aman dan memadai.
Dengan terbukanya konektivitas antar-desa, roda perekonomian masyarakat diperkirakan akan bergerak lebih cepat.
Distribusi barang dan hasil panen menjadi lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan masyarakat akan lebih mudah menjangkau pusat perdagangan.
Di sisi lain, akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan juga akan semakin baik.
Anak-anak sekolah, guru, tenaga kesehatan, hingga aparatur desa nantinya tidak lagi mengalami kesulitan saat bepergian.
Pembangunan jembatan ini sekaligus menjadi simbol dimulainya babak baru pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kalis.
Warga berharap proyek tersebut dapat berjalan lancar dan segera selesai sesuai target.
Doa Bersama Tandai Dimulainya Proyek
Rangkaian kegiatan ground breaking Jembatan Perintis Garuda ditutup dengan doa bersama yang diikuti seluruh tamu undangan dan masyarakat.
Setelah itu, Dandim 1206/Psb Letkol Arm Andreas Prabowo Putro bersama jajaran Forkopimda melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dan tahapan awal pengerjaan proyek.
Momen itu sekaligus menandai dimulainya pembangunan yang selama ini telah dinanti-nantikan masyarakat.
Bagi warga Desa Sebintang dan tiga desa lainnya, Jembatan Perintis Garuda bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung.
Jembatan tersebut menjadi simbol harapan baru, kemajuan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di pedalaman Kapuas Hulu.
(Pendam XII/Tpr)











