Polda Kalbar Lakukan Tes Urine Mendadak Personel Narkoba, Seluruh Anggota Dinyatakan Negatif

- Editor

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Perintahkan Tes Urine Anggota Narkoba, Polda Kalbar Pastikan Aparat Bersih

Kapolda Perintahkan Tes Urine Anggota Narkoba, Polda Kalbar Pastikan Aparat Bersih

Akarkata.com, Pontianak, Kalimantan Barat – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat memperketat pengawasan internal sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkotika.

Polda Kalbar menggelar pemeriksaan urine secara mendadak terhadap personel Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba), Rabu (25/2/2026), di Markas Komando Ditresnarkoba Pontianak.

Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga dilakukan di lingkungan internal kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat yang bertugas memberantas peredaran narkoba dituntut memiliki integritas serta bebas dari penyalahgunaan zat terlarang.

Pengawasan Internal dan Pencegahan Dini

Pemeriksaan dilaksanakan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) bekerja sama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalbar.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari deteksi dini sekaligus pencegahan penyalahgunaan narkotika di tubuh Polri.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, menjelaskan pemeriksaan merupakan instruksi langsung pimpinan kepolisian daerah.

Tujuannya memastikan seluruh personel yang bertugas di bidang pemberantasan narkotika benar-benar steril dari penggunaan obat terlarang.

Menurutnya, aparat penegak hukum harus menjadi contoh bagi masyarakat.

Karena itu, anggota yang berada di garis depan perang melawan narkoba wajib memiliki kredibilitas tinggi.

Menguji Enam Jenis Narkotika

Tes urine dilakukan menggunakan parameter pemeriksaan terhadap enam kelompok zat berbahaya, yakni:

• amphetamine

• methamphetamine

• kokain

• THC atau ganja

• morfin/opiat

• benzodiazepine

Metode ini dipakai untuk memastikan tidak ada personel yang terindikasi mengonsumsi narkotika maupun obat berbahaya lainnya.

Pemeriksaan berlangsung secara transparan dengan prosedur medis yang diawasi petugas kesehatan.

Puluhan Personel Jalani Pemeriksaan

Sebanyak 81 personel dijadwalkan mengikuti tes urine, dari jumlah tersebut, 79 anggota menjalani pemeriksaan langsung di lokasi.

Sementara dua pejabat utama Ditresnarkoba telah lebih dulu mengikuti pemeriksaan pada kegiatan rapat pimpinan sebelumnya.

Baca Juga:  Polri Fasilitasi KUR & Bulog, Putus Rantai Tengkulak dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani Jagung

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh anggota yang diperiksa dinyatakan negatif dari seluruh zat narkotika yang diuji.

Polda Kalbar juga menegaskan personel yang berhalangan hadir karena tugas dinas, pendidikan, atau sakit tetap akan menjalani pemeriksaan susulan secara mendadak.

Tidak Ada Toleransi Penyalahgunaan Narkoba

Kepolisian menekankan tidak ada pengecualian dalam pemeriksaan, setiap anggota memiliki kewajiban yang sama untuk mengikuti pengawasan internal.

Langkah ini sekaligus menjadi pesan bahwa institusi Polri tidak mentolerir penyalahgunaan narkotika oleh aparatnya sendiri.

Jika ditemukan pelanggaran, anggota dapat dikenakan sanksi disiplin hingga proses pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menjaga Kepercayaan Publik

Polda Kalbar menilai transparansi pengawasan internal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Kepercayaan publik menjadi faktor utama keberhasilan penegakan hukum, terutama dalam penanganan kasus narkotika.

Dengan memastikan aparat bebas narkoba, masyarakat diharapkan yakin proses penegakan hukum berjalan profesional dan objektif.

Selain pengawasan internal, kepolisian juga terus melakukan penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika di wilayah Kalimantan Barat.

Bagian dari Komitmen Pemberantasan Narkoba

Kalimantan Barat termasuk daerah rawan peredaran narkotika karena memiliki jalur perbatasan internasional.

Oleh karena itu, aparat kepolisian harus memiliki kesiapan serta integritas tinggi.

Tes urine mendadak merupakan langkah preventif untuk menjaga profesionalitas anggota.

Melalui kegiatan ini, Polda Kalbar ingin memastikan setiap personel yang menangani perkara narkotika memiliki kondisi fisik dan mental yang layak menjalankan tugas.

Kegiatan pengawasan berkala akan terus dilakukan sebagai bagian dari reformasi internal kepolisian.

Dengan pendekatan pencegahan dan penegakan hukum secara bersamaan, diharapkan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Barat dapat berjalan lebih efektif.

Berita Terkait

Layanan Kepolisian Dalam Genggaman, Polri Luncurkan Super App Terintegrasi
Kapolres Melawi Turun Langsung ke Lahan Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Tim Gabungan Evakuasi Korban Helikopter PK-CFX di Tengah Medan Ekstrem Sekadau
Berkat Tim Gabungan, Lokasi Jatuhnya Helikopter PK-CFX Berhasil Ditemukan
Rakor Karhutla Kalbar 2026, Pemerintah Siapkan Patroli Terpadu dan Hujan Buatan
Apel Siaga Karhutla Nasional 2026 di Pontianak, Forkopimda Kalbar Siapkan Mitigasi Dini
Perkuat Mental dan Spiritual, Polres Melawi Gelar Binrohtal di Masjid Shirotul Jannah
Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang, Polisi Gerak Cepat Buka Akses Jalan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 14:15 WIB

Kejati Kalbar Selamatkan Rp115 Miliar dalam Kasus Korupsi Tambang Bauksit 2017–2023

Jumat, 10 April 2026 - 17:22 WIB

Dugaan Korupsi Tambang Bauksit dan Emas di Kalbar, Tiga Saksi ESDM Diperiksa di Jakarta

Kamis, 9 April 2026 - 19:27 WIB

Pascalebaran, Kejati Kalbar Percepat Pengusutan Dugaan Korupsi Tambang Bauksit dan Emas di Kalbar

Kamis, 9 April 2026 - 19:16 WIB

Pasca Penindakan, Kejati Kalbar Dampingi UPBU Kelas II Rahadi Oesman Ketapang Perkuat Tata Kelola dan Cegah Risiko Hukum

Jumat, 13 Maret 2026 - 18:09 WIB

Tim Gerak Cepat Gabungan Amankan Kembali Tahanan Kabur Setelah Tiga Hari Pelarian

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:39 WIB

Komitmen Penegakan Hukum: Era Kajati Emilwan Ridwan Tuntaskan Penyidikan Kasus Hibah Mujahidin

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:09 WIB

Kejari Pontianak Periksa Tersangka RD dan TK dalam Dugaan Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:54 WIB

Tiga Tahanan Kabur, Tim Kejari dan Tim Kejati Berhasil Tangkap Dua Pelaku

Berita Terbaru

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x