Akarkata.com, Pontianak – Upaya pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus dilakukan secara intensif oleh jajaran Polda Kalimantan Barat.
Salah satunya melalui aksi cepat tanggap Tim SAR Direktorat Samapta Polda Kalbar yang melakukan pemadaman titik api di Jalan Madusari, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Senin (2/2/2026).
Kegiatan patroli yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB tersebut difokuskan pada lokasi dengan koordinat Lintang 0.170452 dan Bujur 109.316857.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di lokasi, petugas menemukan kepulan asap serta sisa api aktif yang berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.
Dalam operasi pemadaman tersebut, sebanyak 9 personel dikerahkan dengan dukungan peralatan lengkap.
Sarana yang digunakan meliputi kendaraan taktis R4 khusus Karhutla, mesin pompa portable berbagai ukuran, serta selang pemadam untuk menjangkau area sulit.
Petugas dengan sigap melakukan pemadaman sekaligus pembasahan untuk memastikan api tidak merembet ke lahan gambut di sekitarnya.
Proses pemadaman dan pembasahan berlangsung kurang lebih satu jam. Upaya petugas semakin terbantu dengan turunnya hujan di lokasi kejadian, sehingga memastikan bara api di bawah permukaan tanah benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., membenarkan kegiatan tersebut dan menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalbar dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah terjadinya bencana kabut asap.
“Personel di lapangan tidak hanya melakukan patroli pemantauan, tetapi juga langsung melakukan tindakan pemadaman, pelokalan api, hingga pembasahan di titik-titik yang ditemukan adanya potensi kebakaran. Kami mengapresiasi kesiapsiagaan tim yang bergerak cepat sebelum api meluas,” ujar Kombes Pol Bambang Suharyono.
Polda Kalbar juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan.
“Meskipun hujan sempat turun setelah proses pembasahan, kami meminta masyarakat tetap kooperatif dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca di Kalimantan Barat masih fluktuatif dan berpotensi memicu Karhutla,” pungkasnya.
Update informasi Akarkata.com melalui Kanal Media Sosial Klik:











