Akarkata.com, Pontianak – Kondisi kualitas udara yang menurun di sejumlah wilayah menjadi perhatian serius aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Menyikapi hal tersebut, Polda Kalbar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kabut asap serta menjaga kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
Imbauan ini disampaikan menyusul indikasi penurunan kualitas udara di beberapa daerah di Kalimantan Barat yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi atmosfer yang tercemar partikel asap dinilai dapat meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta individu dengan riwayat penyakit paru dan asma.
Wilayah Pontianak dan sekitarnya menjadi salah satu area yang turut dipantau secara intensif, mengingat aktivitas masyarakat yang tinggi serta mobilitas yang padat.
Aparat bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perubahan kualitas udara untuk mencegah dampak yang lebih luas.
Pembakaran Lahan Jadi Faktor Utama Kabut Asap

Penurunan kualitas udara di wilayah Kalimantan Barat kerap dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan.
Praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar masih menjadi salah satu penyebab utama munculnya kabut asap, terutama pada musim kemarau ketika kondisi vegetasi lebih kering dan mudah terbakar.
Pembakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga menghasilkan partikel halus berbahaya yang dapat menyebar luas melalui pergerakan angin.
Partikel tersebut dapat bertahan lama di udara dan menurunkan kualitas lingkungan secara signifikan.
Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain berisiko menimbulkan bencana lingkungan, tindakan tersebut juga dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan serta berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Imbauan Kesehatan untuk Aktivitas Sehari-hari
Kabut asap tidak selalu terlihat pekat, namun partikel pencemar tetap dapat berada di udara dan terhirup tanpa disadari.
Untuk meminimalkan dampak kesehatan, masyarakat disarankan menerapkan langkah pencegahan sederhana namun efektif.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono mengingatkan pentingnya perlindungan diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker menjadi salah satu langkah utama untuk mengurangi paparan partikel berbahaya, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Selain menggunakan masker, masyarakat juga dianjurkan untuk membatasi aktivitas luar ruangan jika kondisi udara memburuk, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Upaya ini dinilai penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.
Patroli dan Pemantauan Wilayah Rawan Karhutla
Sebagai langkah preventif, aparat kepolisian bersama instansi terkait terus melakukan patroli rutin di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.
Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi dini titik api serta mencegah penyebaran kebakaran sebelum meluas.
Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam penanganan potensi karhutla.
Selain patroli darat, pemantauan juga dilakukan melalui pengawasan wilayah rawan dan laporan masyarakat.
Partisipasi publik dinilai sangat penting dalam upaya pencegahan, terutama dalam melaporkan indikasi kebakaran sedini mungkin.
Masyarakat diharapkan tidak ragu melaporkan jika menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
Deteksi dini dinilai menjadi faktor kunci dalam mencegah kabut asap meluas.
Pembakaran Lahan Merupakan Pelanggaran Hukum
Selain berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, pembakaran hutan dan lahan juga merupakan pelanggaran hukum yang dapat dikenakan sanksi tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
Aparat menegaskan bahwa tindakan pembakaran, baik skala kecil maupun besar, tetap memiliki konsekuensi hukum jika terbukti melanggar ketentuan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola lahan secara aman dan ramah lingkungan.
Kolaborasi Masyarakat Jadi Kunci Pencegahan
Upaya pencegahan kabut asap tidak dapat dilakukan oleh aparat saja. Peran aktif masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas udara dan kelestarian lingkungan.
Kesadaran kolektif untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta menjaga lingkungan sekitar menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya bencana asap.
Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pengawasan yang efektif sekaligus membangun budaya peduli lingkungan.
Dengan kerja sama yang baik, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan secara signifikan.
Imbauan kewaspadaan terhadap kabut asap sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan dan mematuhi aturan, masyarakat dapat melindungi kesehatan diri sendiri sekaligus menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.











