Akarkata.com, Sintang — Komandan Korem (Danrem) 121/Alambhana Wanawai (Abw) Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mendampingi Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., dalam penutupan resmi Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026.
Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Bola Masuka, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Rabu (11/03/2026).
Kegiatan ini menandai berakhirnya program pembangunan terpadu yang dilaksanakan oleh Kodim 1205/Sintang bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
TMMD Hadirkan Pembangunan Fisik yang Nyata

Dalam sambutannya, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan bahwa TMMD ke-127 berhasil menghadirkan berbagai pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat desa.
Beberapa hasil pembangunan fisik yang telah diselesaikan antara lain pengerasan jalan, pembangunan jalan beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Pembangunan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperlancar mobilitas warga, serta membuka akses ekonomi di wilayah pedesaan.
“Beberapa capaian yang telah dilaksanakan antara lain pengerasan jalan, pembangunan jalan beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni, serta pembangunan MCK,” ujar Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito.
Kegiatan Nonfisik Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Selain pembangunan infrastruktur, program TMMD juga mencakup berbagai kegiatan nonfisik yang bertujuan meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat.
Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi bahaya narkoba, penyuluhan tentang dampak negatif judi online, serta edukasi bela negara untuk memperkuat semangat nasionalisme warga.
Program nonfisik ini dinilai penting karena pembangunan tidak hanya berfokus pada sarana fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan pengetahuan yang lebih baik, masyarakat diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.
Penyerahan Bantuan Sosial untuk Warga

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XII/Tpr juga menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kesejahteraan warga.
Bantuan yang diberikan mencakup paket sembako serta dukungan gizi bagi anak-anak sebagai upaya membantu pencegahan stunting.

Program ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan angka stunting melalui peningkatan asupan gizi bagi anak-anak di daerah.
“Bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, termasuk untuk membantu penanganan stunting agar kondisi gizi masyarakat semakin baik,” jelas Pangdam.
TMMD sebagai Program Bakti TNI untuk Rakyat

Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menjelaskan bahwa TMMD merupakan bagian dari program bakti TNI dalam rangka pemberdayaan wilayah pertahanan darat melalui pembinaan teritorial.
Melalui program ini, TNI tidak hanya menjalankan operasi militer selain perang (OMSP), tetapi juga berperan aktif dalam membantu pembangunan nasional, khususnya di daerah pedesaan dan terpencil.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun bangsa.
Sinergi Lintas Sektor Percepat Pembangunan Desa

Pelaksanaan TMMD melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat setempat.
Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program dalam mencapai tujuan pembangunan yang merata.
Kerja sama lintas sektor memungkinkan berbagai kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat sasaran.
Selain itu, partisipasi aktif warga dalam proses pembangunan menciptakan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan sehingga dapat dipelihara secara berkelanjutan.
Frekuensi TMMD Kini Ditingkatkan
Pangdam XII/Tpr juga mengungkapkan bahwa berdasarkan surat dari Kementerian Dalam Negeri, pelaksanaan TMMD kini mengalami peningkatan frekuensi dari sebelumnya tiga kali menjadi empat kali dalam satu tahun.
Kebijakan ini menunjukkan pentingnya program TMMD sebagai instrumen percepatan pembangunan desa sekaligus penguatan ketahanan wilayah.
Dengan penambahan frekuensi, diharapkan semakin banyak daerah yang dapat merasakan manfaat program ini.
TMMD ke-127 Digelar di Dua Wilayah Kodam XII/Tpr
Untuk wilayah Kodam XII/Tanjungpura, pelaksanaan TMMD ke-127 Tahun 2026 dilaksanakan di dua kabupaten, yakni Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Sintang.
Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada kebutuhan pembangunan serta kondisi wilayah yang memerlukan perhatian khusus.
Program TMMD di kedua daerah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas keamanan wilayah.
Harapan untuk Kemajuan Desa di Kalimantan Barat
Penutupan TMMD ke-127 di Sintang menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis.
Infrastruktur yang telah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan dukungan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, desa-desa di Kalimantan Barat diharapkan dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Program TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan fisik, tetapi juga semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi modal utama pembangunan berkelanjutan di masa depan.











