Akarkata.com, Sambas – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus digencarkan hingga ke wilayah perbatasan Indonesia.
Di Dusun Asuansang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Babinsa Sungai Bening Koramil 02/Sejangkung, Sertu Hendra Aci, turun langsung ke sawah mendampingi Kelompok Tani (Poktan) Sungai Bening dalam kegiatan tanam benih padi perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR), Kamis (19/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD melalui Kodim 1208/Sambas dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat yang memiliki peran strategis bagi kedaulatan pangan nasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dukungan Nyata TNI AD di Sektor Pertanian

Pendampingan yang dilakukan Babinsa bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sertu Hendra Aci terlihat aktif membantu petani mulai dari persiapan lahan hingga proses tanam benih padi.
Menurutnya, keterlibatan TNI di sektor pertanian merupakan langkah konkret untuk memastikan program pemerintah berjalan efektif dan memberikan hasil nyata.
“Kami hadir untuk memastikan proses tanam perdana ini berjalan optimal. Pendampingan rutin diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri petani dalam mengelola lahan cetak sawah baru,” ujar Sertu Hendra Aci di sela kegiatan.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan lahan baru sangat bergantung pada semangat petani serta dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan aparat kewilayahan.
Optimalisasi Lahan Cetak Sawah Rakyat
Lahan yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan hasil program Cetak Sawah Rakyat (CSR), yaitu program pemerintah untuk membuka lahan pertanian baru guna meningkatkan produksi pangan nasional.
Lahan tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Dengan adanya program CSR, lahan kini diolah menjadi sawah produktif yang diharapkan mampu meningkatkan hasil panen padi serta pendapatan masyarakat setempat.
Pendampingan Babinsa menjadi faktor penting dalam tahap awal pengolahan lahan baru, terutama dalam memberikan motivasi, pengawasan, serta memastikan penggunaan teknik pertanian yang tepat.
“Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, kami merasa lebih yakin dan termotivasi untuk mengolah lahan ini secara maksimal,” ungkap salah satu petani.
Peran Strategis Wilayah Perbatasan
Kecamatan Sajingan Besar merupakan wilayah perbatasan langsung dengan Malaysia.
Kondisi geografis yang cukup menantang membuat akses terhadap pangan dan distribusi logistik menjadi faktor penting yang harus diperkuat.
Oleh karena itu, peningkatan produksi pangan lokal menjadi strategi utama untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Kehadiran TNI dalam program pertanian di wilayah perbatasan juga memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan wilayah.
Petani Apresiasi Pendampingan Babinsa
Ketua Poktan Sungai Bening, Bapak Masudi Bemban, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan penuh dari Babinsa yang secara aktif membantu sejak tahap awal pengolahan lahan.
Menurutnya, kehadiran Babinsa memberikan dampak positif, baik secara teknis maupun psikologis bagi para petani.
“Babinsa tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga turun langsung membantu di lapangan. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan lahan pertanian,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga produktivitas pertanian di Desa Sungai Bening semakin meningkat.
Target Peningkatan Luas Tambah Tanam
Kegiatan tanam perdana ini diharapkan mampu meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kecamatan Sajingan Besar secara signifikan.
Dengan bertambahnya area sawah produktif, produksi beras lokal diproyeksikan meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.
Selain itu, keberhasilan program ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan hasil panen serta stabilitas harga pangan.
Kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan di daerah perbatasan.
Sinergi untuk Ketahanan Pangan Nasional
Upaya yang dilakukan Babinsa Sungai Bening mencerminkan sinergi kuat antara aparat negara dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pangan global.
Program swasembada pangan tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan aktif semua pihak.
Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan lahan cetak sawah baru dapat berkembang menjadi sentra produksi padi yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional.
Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bahwa pembangunan sektor pertanian di wilayah perbatasan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Melalui kerja sama yang solid antara TNI dan petani, Desa Sungai Bening diharapkan mampu menjadi salah satu lumbung pangan baru di Kabupaten Sambas.
(Pendam XII/Tpr)











